January 2012
1 post
Celibataire Encore = Single Again!
That means: SINGLE AGAIN. menjadi “kembali lajang” tentu berbeda dengan seorang “masih lajang”. Persepsi orang tentu akan berbeda memandang dua status tersebut. Meskipun ada seorang rekan yang aku kenal, pria 29 tahun, menjadi duda cerai dua kali dan menikah tiga kali, punya anak dari pernikahan kedua dan ketiga namun dia tetap merasa dirinya sama saja ketika masih...
Jan 1st
December 2011
1 post
Impolite Vs Cosmopolite
Bicara tentang kosmopolitan, menurutku lebih merujuk pada menghargai pilihan hidup masing-masing orang dan don’t care dengan urusan pribadi (domestic problem) masing-masing orang. Dalam pertemanan, ketika berkumpul yang dibahas hanya something light and fun mengingat masalah hidup sudah banyak yang perlu diselesaikan setiap harinya. Namun terkadang, menghargai pilihan hidup orang...
Dec 29th
August 2011
1 post
Emptiness Denial
Bagi kebanyakan orang, seringkali dianggap para perempuan yang lebih rentan menjadi stress untuk menghadapi prasangka belum menikah di usia yang menurut masyarakat “sudah waktunya” namun apakah pria tidak? Bagi saya, memang lebih nyantai bagi para pria untuk melajang apalagi secara statistik jumlah perempuan lebih banyak dari laki-laki. Memang bagi saya hal tersebut bisa dijadikan...
Aug 20th
June 2011
1 post
Boys > Hunks > Men = BOYS
Pergaulan di antara sesama cowok mungkin biasa menyapa dengan kata-kata kasar, hal itu sepertinya tidak akan menyinggung. Tapi jangan coba dilontarkan untuk mengucapkan hal yang berbau tentang karakter kekanak-kanakan. Contohnya seperti ini, 3 tahun yang lalu, sepulang kerja (waktu itu aku masih bekerja sebagai bagian promosi di sebuah konsultan interior) aku mendatangi kontrakan teman semasa...
Jun 11th
May 2011
1 post
PMS for Men
Popularity Anda seorang pria pekerja yang berusaha mencari nama Anda sendiri dalam google search? “Sudah seberapa eksiskah aku?” Pertanyaan itu menjadi hal yang krusial bagi pria lajang yang memiliki ambisi untuk memegang peranan penting dalam lingkungan sosialnya. Kepopuleran dalam ambisi pria tidak hanya sebatas  memiliki banyak fans atau idola melainkan juga seberapa dia dikenal...
May 18th
April 2011
6 posts
Tarik Tambang di Kantor
Setulus apakah pertemanan di kantor? Hampir tidak ada kalo aku jawab. Tapi bukan berarti tidak bisa lho ya. Karena aku sendiri punya sahabat yang berawal dari pertemanan di kantor. Namun seseru-serunya bergaul dengan sama-sama teman cowok di kantor, tidak adakah persaingan? Memang, banyak employee community saat ini dibentuk untuk menjaga kekompakan tim seperti futsal, bersepeda, bulu tangkis...
Apr 29th
Narsis = Rendah Diri?
Sepengetahuanku, kata narsis mulai populer tahun 2005-an yang saat itu, bahkan hingga kini menggambarkan seseorang yang sangat percaya diri untuk mengekspos dirinya (diasumsikan social media). Namun melalui artikel ini, aku ingin mengambil contoh kenarsisan seorang cowok yang sebenarnya adalah refleksi dari rasa rendah diri yang cukup akut. How come? “Udah deh, aku tau kamu tebar pesona...
Apr 20th
Anonymous asked: Tania: bisa gak to buat komen langsung di artikelnya? ato musti masuk ke forum discussion? Thx
Apr 20th
Gito Talks
Aku sempat menulis status di FB-ku “Masa depanku kayak gimana ya?” Memang aku lulus dengan IPK cumlaude tapi aku belum kerja, atas permintaan orang tuaku, akupun melanjutkan S2. Di satu sisi, aku minder dengan Endah, pacarku yang sudah bekerja. Hal yang menghantui pikiranku adalah: jadi cowok kok aku belum bisa mandiri ya. Kelas kuliah baru saja selesai, HPku yang masih silent mode bergetar, ada...
Apr 20th
No Offense to Choderlos de Laclos
  Tanpa bermaksud menyinggung Choderlos de Laclos… Dalam hal apa? Waits, bagi yang belum familiar, aku perkenalkan dulu, seorang sastrawan Perancis abad ke 18 favoritku, Pierre Ambroisse Francois Choderlos de Laclos.  Buku yang ditulis hanya satu “Les Liaisons Dangereuses” dan cerita yang dibuat oleh penulis satu ini sudah aku nikmati sejak kelas tiga SMP lewat film Cruel Intentions....
Apr 20th
“I just write about the world where i know: being single (fighter, worker and...”
– Ardhi Widjaya (The Author)
Apr 20th